Memahami Jenis-Jenis Kabel Fiber Optic
Kabel fiber optic digunakan untuk mentransmisikan data menggunakan cahaya. Jenis kabelnya berbeda tergantung kebutuhan pemasangan dan kapasitas jaringan. Secara umum, kabel fiber optic dibagi menjadi dua kategori utama berdasarkan mode transmisinya, dan berbagai jenis konstruksi berdasarkan lingkungan pemasangan.
1. Berdasarkan Mode Transmisi
🔹 Single-Mode Fiber (SMF)
-
Menggunakan inti (core) sangat kecil: ± 8–10 mikrometer.
-
Cahaya berjalan dalam satu jalur lurus.
-
Cocok untuk jarak jauh (hingga puluhan kilometer).
-
Bandwidth sangat tinggi.
-
Digunakan dalam jaringan backbone, ISP, telekomunikasi.
Kelebihan: cepat, stabil, jarak sangat jauh.
Kekurangan: perangkatnya lebih mahal.
🔹 Multi-Mode Fiber (MMF)
-
Core lebih besar: ± 50–62.5 mikrometer.
-
Cahaya berjalan dalam banyak mode (memantul di sepanjang inti).
-
Cocok untuk jarak pendek (hingga beberapa ratus meter).
-
Banyak digunakan di gedung, kampus, data center.
Kelebihan: perangkat lebih murah, instalasi mudah.
Kekurangan: tidak cocok untuk jarak jauh.
2. Berdasarkan Jenis Konstruksi Kabel
🔹 Indoor Fiber Optic
Untuk digunakan di dalam gedung.
Jenis-jenisnya:
-
Simplex/Duplex → satu atau dua inti fiber, biasa untuk perangkat ke perangkat.
-
Breakout Cable → tiap serat punya pelindung individual, kuat untuk dalam gedung.
-
Riser Cable (OFNR) → aman untuk vertikal (lorong lift, antar lantai).
-
Plenum Cable (OFNP) → tahan api, aman di langit-langit gedung.
🔹 Outdoor Fiber Optic
Dirancang untuk luar ruangan dan kondisi ekstrem.
Jenis-jenisnya:
-
Armored Cable → ada pelindung baja, anti gigitan tikus dan tekanan tanah.
-
Aerial Cable → digantung di tiang listrik (ADSS: All-Dielectric Self-Supporting).
-
Duct Cable → ditanam dalam pipa (ducting).
-
Direct-Buried Cable → langsung ditanam dalam tanah tanpa pipa.
-
Submarine/Underwater Cable → untuk bawah laut.
3. Berdasarkan Jumlah Serat (Core)
Kabel tersedia dalam berbagai jumlah inti:
-
2 core, 4 core, 8 core
-
12 core, 24 core, 48 core
-
Hingga ratusan core untuk backbone (144, 288, 576 core)
Semakin banyak core, semakin besar kapasitas jaringan.
4. Berdasarkan Tipe Pelindung & Struktur
-
Loose Tube → fiber berada dalam tabung longgar, cocok untuk outdoor.
-
Tight Buffered → serat dibungkus rapat, cocok untuk indoor.
-
Armored / Non-Armored → dengan atau tanpa pelindung baja.
-
Gel-filled vs Dry-core → ada yang pakai gel anti-air, ada yang tidak.
📌 Ringkasan
| Jenis Fiber | Kegunaan | jarak | Contoh Pemakaian |
|---|---|---|---|
| Single-Mode (SMF) | Kecepatan tinggi | Jauh | Backbone, ISP |
| Multi-Mode (MMF) | Ruangan/gedung | Pendek | Data center |
| Indoor Cable | Dalam gedung | Pendek | Instalasi LAN |
| Outdoor Cable | Luar gedung | Menengah–jauh | Tiang, tanah, ducting |
| Armored | Area berisiko | Menengah | Tanah, industri |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar