Minggu, 06 September 2026

Administrasi File Linux Debian


Administrasi File

Setelah mempelajari Administrasi User dengan perintah perintah :
1. Login root
2. Clear
3. Adduser
4. Logout
5. Login user
6. Userdel -r
7. Groupadd
8. Groupdel
9. Usermod

Kita lanjutkan dengan mempelajari Administrasi File di dalam Linux Debian.

Linux tidak memiliki sistem drive seperti Windows. Hanya ada direktori-direktori, setiap user memiliki directory user sendiri-sendiri. Ada satu direktori akar, yaitu root directory, yang bisa diakses dengan menggunakan / slash.

1. Perintah ls /
Coba ketikkan ls /, untuk menampilkan daftar direktori dan file yang ada di root directory.

Perintah ls <nama_direktori> digunakan untuk menampilkan isi dari sebuah direktori.


2. Perintah cd /usr
Sekarang, gunakan perintah cd /usr, untuk mengganti direktori yang aktif menjadi direktori /usr.

Sekarang tanda ~ tilde berubah menjadi nama direktori yang sedang aktif.

3. Perintah mkdir <nama_directory>
Untuk membuat sebuah directory, gunakan perintah mkdir <nama_directory>.

Untuk melihat apakah directory tersebut sudah terbuat, gunakan ls. Apabila perintah ls digunakan tanpa memberikan nama direktori, maka ls akan mendaftar semua isi direktori yang sedang aktif sekarang (yaitu /usr).
File dan direktori di Linux mempunyai aturan penggunaan, tidak sembarang user bisa mengakses semua file. Root bisa mengakses semua file yang ada, root juga bisa memberikan hak akses kepada user untuk mengakses file tertentu.
Buat sebuah user dengan nama bintang, lalu logout dan masuk user bintang.

4. Perintah touch <nama_file>.
Untuk membuat sebuah file kosong, gunakan perintah touch <nama_file>.
Lalu, masuk kembali ke dalam direktori /usr. Ketikkan ls –l, untuk menampilkan isi direktori beserta attribut-attributnya,


5. Mengubah Hak Akses
Directory root yang baru saja kita buat dimiliki oleh user bernama root. Di kolom pertama, ada penjelasan tentang hak akses dari file atau direktori tersebut.

Terdiri dari 10 karakter,
1. Huruf d apabila direktori, - apabila file.
2. Hak akses untuk pemilik file,
  • r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
  • w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
  • x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.
3. Hak akses untuk group pemilik file,
  • r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
  • w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
  • x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.
4. Hak akses untuk selain pemilik dan group pemilik,
  • r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
  • w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
  • x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.

===============================
Suplemen



Administrasi User Linux Debian


Sebelumnya server Debian diinstalisasi  tanpa grafik. Oleh karena itu, hanya akan ada tampilan command line (CLI). 

Bagi pengguna Windows mungkin tidak terbiasa menggunakan tampilan command line. Kecuali yang sudah terbiasa menggunakan DOS yang juga berbasis CLI. Pengguna DOS tentu tidak asing dengan perintah perintah Debian CLI berikut ini.

Bagi pengguna Windows yang belum pernah bekerja dengan DOS, dengan sedikit latihan akan terbiasa menggunakan perintah perintah berbasis CLI.

Setelah instalasi, maka Debian akan berjalan sendiri. Tampilan pertama meminta kita untuk masuk ke dalam sistem. 

Sebelumnya kita telah membuat 2 akun dalam Debian ketika melakukan instalasi, yaitu :
1. Akun utama (root), dan 
2. Akun dengan nama depan tadi.

Administrasi User

1. Selesai menginstal Debian, keluar tampilan debian123 login


2. Masuk root dengan mengetikkan root pada debian123 login, dan  passwordnya


3. Setelah masuk sebagai root, ketikkan clear.

Level administrasi tertinggi ada pada akun utama sebagai  super user, yaitu root. Root memiliki kemampuan untuk membuat user baru, ataupun menghapus user yang sudah ada.

4. Perintah adduser  
Perintah  adduser  digunakan untuk menambahkan user baru. Caranya dengan mengetik  adduser <nama_pengguna>, maka akan membuat user baru dengan nama yang sudah dimasukkan.
Setelah nama pengguna dimasukkan, maka diminta untuk memasukkan kata sandi untuk pengguna tersebut, dan informasi yang berkaitan dengannya.

5. Perintah logout
Ketikkan  logout  untuk keluar dari sesi root. 


6. Masuk sebagai Pengguna yang Baru  
Lalu masuk sebagai pengguna yang baru saja  dibuat, dalam kasus ini nama  penggunanya adalah bill dengan kata sandi gates.


Apakah terlihat perbedaan sebelumnya? Iya, perbedaanya terletak pada bagian prompt dari command line. Sebelumnya, saat kita masuk sebagai  root, prompt dari command line berbentuk 
Namun saat kita sudah berganti user, dan masuk sebagai bill, maka prompt dari command line berbentuk
Tanda  ~  atau tilde, menunjukkan posisi direktori yang sedang aktif. Dalam kasus ini bill tidak aktif di direktori manapun.

7. Perintah userdel -r
 Sekarang, coba logout dan masuk lagi sebagai root. Ketikkan perintah berikut,

Keluar dari bill, masuk lagi menjadi root, dan menggunakan  perintah userdel  –r <nama_pengguna>  untuk menghapus semua data di direktori /home pengguna dan juga pengguna tersebut.

8. Perintah groupadd dan groupdel
Beberapa user yang memiliki hak akses yang sama, bisa dimasukkan kedalam sebuah group. Group sangat berfungsi sehingga  kita tidak perlu membatasi hak akses terhadap user satu per satu.
Untuk membuat group, ketikkan perintah berikut.


Perintah groupadd <nama_group> digunakan untuk membuat group, sedangkan  groupdel <nama_group>  digunakan untuk menghapus group yang ada.
Buat dua buah group yaitu jawatengah dan jawabarat, dan buat empat user baru yaitu pati, rembang, bandung dan subang seperti yang terlihat pada contoh berikut ini :






9. Perintah usermod –g <nama_group> <nama_user>
Setelah itu, gunakan perintah

Perintah di atas digunakan untuk memindahkan user ke suatu group. Pada kasus ini, pati dan rembang dipindahkan ke dalam jawatengah sedangkan bandung dan subang dipindahkan ke dalam jawabarat.



10. Perintah  ls /

Linux tidak memiliki sistem drive seperti Windows. Hanya ada direktori-direktori, setiap user memiliki directory user sendiri-sendiri. Ada satu direktori akar, yaitu root directory, yang bisa diakses dengan menggunakan / slash.
Coba ketikkan ls /, untuk menampilkan daftar direktori dan file yang ada di root directory.


Perintah  ls <nama_direktori>  digunakan untuk menampilkan isi dari sebuah direktori. 

11. Perintah cd /usr
Sekarang, gunakan perintah  cd /usr, untuk mengganti direktori yang aktif menjadi direktori /usr.

Sekarang tanda ~ tilde berubah menjadi nama direktori yang sedang aktif. 

12. Perintah mkdir <nama_directory>
Untuk membuat sebuah directory, gunakan perintah  mkdir <nama_directory>.

Untuk melihat apakah directory tersebut sudah terbuat, gunakan  ls. Apabila perintah  ls  digunakan tanpa memberikan nama direktori, maka ls  akan mendaftar semua isi direktori yang sedang aktif sekarang (yaitu /usr).
File dan direktori di Linux mempunyai aturan penggunaan, tidak sembarang user bisa mengakses semua file. Root bisa mengakses semua file yang ada, root juga bisa memberikan hak akses kepada user untuk mengakses file tertentu.
Buat sebuah user dengan nama bintang, lalu logout dan masuk user bintang.

Untuk membuat sebuah file kosong, gunakan perintah touch <nama_file>. 
Lalu, masuk kembali ke dalam direktori /usr. Ketikkan  ls  –l, untuk menampilkan isi direktori beserta attribut-attributnya, 


Suplemen
1. Membuat User dan Grup dalam Debian 10
3. File Hirarki pada Linux

Senin, 24 Agustus 2026

Jobsheet 12.03 Menginstal Debian 910 Deswita Nurul Anggereni

                                                                        JOB SHEET

SMK TUNAS HARAPAN PATI


Program KeahlianMata PelajaranKode Mata Pelajaran
Teknik Komputer dan Jaringanjaringan komputer20.03/JK/2627
Tingkat / KelasMata PelajaranKode Mata Pelajaran
XII TKJ 1 Menginstal Sistem Operasi Jaringan6 x 45 Menit


Materi PokokTanggal Praktikum
Menginstal Linux Debiansenin, 3 agustus 2026
Nama SiswaScore Siswa
(Diisi oleh Guru)
Deswita Nurul Anggereni


I. TUJUAN
1. Siswa mengenal Sistem Operasi Jaringan Debian 12.11.0
2. Siswa mengenal Program Virtual Machine
3. Siswa mampu membuat Virtual Machine

 

II. ALAT DAN BAHAN
1. LCD Proyektor
2. PC atau Laptop yang telah terinstal Windows 10
3. Panduan membuat Virtual Machine

 

III. KESELAMATAN KERJA
1. Menghidupkan PC atau Laptop sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan
2. Mengatur kabel power serapi mungkin
3. Menggunakan kaca mata pelindung radiasi
4. Menggunakan screen monitor untuk keamanan data
5. Membackup data data penting ke memori eksternal
6. Mematikan komputer sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan

IV. LANGKAH KERJA

4. 1. Metoda Instalasi
Selanjutnya saya akan menggunakan cara penginstalan Manual, bukan Graphical, Jadi Saya pilih Install.

 




4.2. Pilih Bahasa yang digunakan, Saya Pilih Indonesia. Kemudian Tekan ENTER.




4.3. Mengatur Jaringan
a. Memberi nama Host, sebagai Contoh debian




b. Memberi nama Domain, sebagai Contoh local



4.4. Menata Pengguna dan Kata Sandi

a. Menentukan Kata Sandi root, sebagai Contoh deswita123

b. Masukkan lagi Kata Sandi untuk Verifikasi sama deswita122



4.5. Pengaturan Nama Pengguna (Username)

Pada tahap ini, saya memasukkan nama pengguna (username) untuk akun non-root (pengguna biasa) dengan nama deswita, menggunakan huruf kecil sesuai aturan sistem Debian, lalu memilih Continue.



4.6. Pengaturan Zona Waktu (Configure the Clock)

Pada tahap pengaturan jam sistem, saya memilih zona waktu Western (Sumatra, Jakarta, Java, West and Central Kalimantan) untuk menyesuaikan dengan Waktu Indonesia Barat (WIB), lalu memilih Continue.



4.7. Pemilihan Metode Partisi Hard Disk (Partition Disks)

Pada tahap penentuan metode partisi, saya memilih Guided - use entire disk agar sistem mempartisi seluruh ruang hard disk secara otomatis tanpa perlu mengaturnya secara manual, lalu memilih Continue.



4.8. Pemilihan Hard Disk Target (Partition Disks)

Pada tahap penentuan disk target, saya memilih hard disk virtual yang tersedia, yaitu SCSI3 (0,0,0) (sda) - 21.5 GB ATA VBOX HARDDISK, lalu memilih Continue.



4.9. Skema Partisi Disk (Partitioning Scheme)

Pada tahap penentuan skema partisi, saya memilih opsi All files in one partition (recommended for new users) agar seluruh sistem dan direktori berada dalam satu partisi utama, lalu memilih Continue.


4.10. Selesai Mempartisi Disk (Finish Partitioning)

Pada tahap ini, installer menampilkan ringkasan struktur partisi yang telah dibuat (partisi utama ext4 sebesar 20.4 GB dan partisi swap sebesar 1.0 GB). Saya memilih Finish partitioning and write changes to disk, lalu memilih Continue.


4.11. Konfirmasi Penulisan Perubahan ke Disk (Write the Changes to Disks)

Pada tahap konfirmasi akhir partisi, sistem meminta persetujuan untuk memformat partisi ext4 dan swap. Saya memilih opsi Yes, lalu memilih Continue untuk menyetujui penulisan perubahan struktur partisi ke dalam disk.





4.12. Konfigurasi Pemindai Media Tambahan (Scan Extra Installation Media)

Pada tahap konfigurasi pengelola paket ini, sistem menanyakan apakah ingin memindai CD/DVD atau media instalasi tambahan lainnya. Karena tidak menggunakan media tambahan, saya memilih opsi No, lalu memilih Continue.


4.13. Konfigurasi Mirror Repositori (Debian Archive Mirror)

Pada tahap konfigurasi pengelola paket ini, saya memilih server mirror arsip Debian, yaitu deb.debian.org, untuk mengunduh paket pembaruan dan aplikasi selama proses instalasi berlangsung, lalu memilih Continue.


4.14. Konfigurasi Survei Penggunaan Paket (Configuring Popularity-Contest)

Pada tahap ini, sistem menanyakan apakah saya ingin berpartisipasi dalam survei anonim untuk mengirimkan statistik paket perangkat lunak yang paling sering digunakan (Participate in the package usage survey?). Saya memilih opsi No, lalu memilih Continue.


4.15. Pemilihan Perangkat Lunak (Software Selection)

Pada tahap pemilihan koleksi perangkat lunak ini, saya memilih untuk hanya mencentang SSH server dan standard system utilities (tanpa memilih desktop environment apa pun) agar sistem berjalan dalam mode teks berbasis CLI (Command Line Interface) yang ringan untuk server, lalu memilih Continue.


4.16. Instalasi GRUB Boot Loader (Install the GRUB Boot Loader)

Pada tahap akhir instalasi ini, sistem menanyakan apakah saya ingin menginstal GRUB boot loader ke primary drive agar sistem operasi dapat dinyalakan (booting). Saya memilih opsi Yes, lalu memilih Continue untuk menyelesaikan proses instalasi dan mempersiapkan sistem agar bisa langsung masuk ke Debian 12.


4.17. Menyelesaikan Instalasi (Finish the Installation)

Pada tahap akhir ini, installer menjalankan proses penyelesaian instalasi seperti pemindaian perangkat keras (Running hw-detect). Setelah proses ini selesai, sistem akan melakukan reboot otomatis untuk masuk ke sistem operasi Debian 12 yang baru saja diinstal.

4.13. Tampilan Debian setelah Selesai dengan Tampilan CLI Debian. 

a. Tampilan setelah boot ulang, ketik root


b. Tampilan akhir setelah ketik root


V. PERTANYAAN
 1. Sebutkan 3 Installer Boot Menu Pada Saat Menginstal Debian ! 

 2. Menu Apa Yang Digunakan Untuk Penginstalan Debian Secara Manual ?

 3. Jelaskan Pesan Instalasi Berikut Ini :

Choose The Language To Be Used For The Installation Process. The Selected Language  Will Also Be The Default Language  For The Installed System 

 4. Sebutkan Kepanjangan Dari Dns ! 

 5. Jelaskan Apa Yang Dimaksud Dengan Root Password !

 6. Sebutkan 3 Jenis Partisi Yang Digunakan Dalam Server Linux Debian  !   

 7. Sebutkan 3 Metode Partisi Dalam Instalasi Debian ! 

 8. Jelaskan Apa Yang Dimaksud Dengan Network Mirror ! 

 9. Sebutkan Syarat Menggunakan Network Mirror ! 

10. Tuliskan Kepanjangan FAT, NTFS, CLI dan GUI  


VI. JAWABAN PERTANYAAN

1. 3 Installer Boot Menu: Graphical install, Install, dan Advanced options.

2. Menu Partisi Manual: Manual partitioning.

3. Arti Pesan Instalasi: Memilih bahasa untuk proses instalasi yang juga akan menjadi bahasa default sistem setelah terinstal.

4. Kepanjangan DNS: Domain Name System.

5. Root Password: Kata sandi untuk akun administrator tertinggi (root) yang memiliki akses penuh ke sistem.

6. 3 Jenis Partisi: Root (/), Swap, dan Home (/home).

7. 3 Metode Partisi: Guided (use entire disk), Guided (LVM), dan Manual.

8. Network Mirror: Server repositori salinan paket perangkat lunak Debian di internet untuk pengunduhan saat instalasi.

9. Syarat Network Mirror: Terhubung ke internet yang stabil dan memilih alamat server mirror yang aktif.

10. Kepanjangan Singkatan:

  • FAT: File Allocation Table

  • NTFS: New Technology File System

  • CLI: Command Line Interface

  • GUI: Graphical User Interface



















Administrasi File Linux Debian

Administrasi File Setelah mempelajari Administrasi User dengan perintah perintah : 1. Login root 2. Clear 3. Adduser 4. Logout 5. Login user...