Selasa, 25 November 2025

subnet mask kelompok 1

 

IP Addres 192.168.1.0/27 - untuk subnet kelompok 1

 Kelompok 1


Nama Anggota : 

  1.  Darrel Dafa .N. (9)
  2. Deswita Nurul .A. (10)
  3.  Haidar Muhammad (15)
  4. Hanyfa Aira Anggraini (17)
  5. Indri Dwi Juliyanti (18)                                                                                                                                  

192.168.1.0/27

11111111.11111111.11111111.11100000
     225.          225.         225.        224



1. Jumlah subnet = 2^x

                            = 2^3

                            = 8


2. Jumlah host = 2^4

                        = 2^5

                        = 32


3. Blok subnet = 256-224

                       = 32


Berarti total ada 8 subnet dimulai dari 0, 32, 64, 128, 160, 192, 224

Karena kami kelompok 1, maka kami menggunakan angka ke 1 yaitu 0


Jadi...

  • Subnet = 192.168.1.0
  • Host awal = 192.168.1.1
  • Host akhir = 192.168.1.30
  • Broadcast = 192.168.1.31

topologi diruang noc network

 

TOPOLOGI DI RUANG NOC (NETWORK OPERATIONS CENTER) TJKT SMKTH

 ANGGOTA KELOMPOK : 1. AZZULA SYAKIRA (7)

                                               2. DESWITA NURUL ANGGERENI (10)

                                               3. HANY NUR RISTIAWATI (16)

                                               4. HANYFA AIRA ANGGRAINI (17)

                                               5. INDRI DWI JULIYANTI (18)

                                               6. JESICA CHERLLY MARCELLINA (20)


laporan analisis denah ruang NOC di Gedung D.304 dengan fokus pada topologi jaringan:

 Laporan Analisis Denah Ruang NOC

Gedung D.304


 1. Pendahuluan

Network Operations Center (NOC) merupakan pusat pengendali jaringan yang berfungsi untuk memonitor, mengelola, dan menjaga kestabilan konektivitas. Ruang NOC di Gedung D.304 telah dirancang dengan tata letak perangkat yang mendukung efisiensi serta kemudahan dalam pemeliharaan jaringan. Analisis ini difokuskan pada aspek topologi jaringan yang digunakan.


 2. Gambaran Denah Ruang

Berdasarkan denah ruang NOC yang dibuat:

1. Terdapat beberapa laptop (LP1–LP20) yang terbagi ke dalam kelompok (cluster).

2. Tersedia perangkat utama berupa PC server, router, switch, dan access point.

3. Laptop 1–5 terhubung langsung ke switch.

4. Laptop 6–20 dikelompokkan dalam tiga area berbentuk pentagon, masing-masing berisi 5 laptop, dan secara logis tetap terhubung ke jaringan utama.


 3. Analisis Topologi

Berdasarkan denah, topologi yang digunakan menggabungkan beberapa bentuk:

1. Topologi Star (Bintang)

    Laptop 1–5 terhubung langsung ke switch.

    Switch menjadi pusat penghubung sehingga memudahkan kontrol dan troubleshooting.


2. Topologi Extended Star (Bintang Bertingkat)

   * Laptop 6–20 dikelompokkan ke dalam tiga cluster (LP 6–10, LP 11–15, LP 16–20).

   * Masing-masing cluster didesain seperti star topology, lalu dihubungkan kembali ke jaringan utama melalui switch.

   * Pola ini efektif untuk ruang yang luas karena tetap terorganisasi.


3. *Dukungan Wireless (Access Point)*

   * Access Point terhubung ke switch sehingga memungkinkan perangkat lain (misalnya laptop/mobile device) untuk terhubung secara nirkabel.

   * Hal ini menambah fleksibilitas jaringan di ruang NOC.


 4. Kelebihan Topologi yang Digunakan

* *Mudah Dikelola*: Setiap perangkat terhubung ke pusat (switch), sehingga kerusakan pada satu kabel/perangkat tidak langsung memengaruhi perangkat lain.

* *Fleksibel*: Bisa menambah atau mengurangi perangkat dengan mudah tanpa mengubah struktur jaringan utama.

* *Skalabilitas Tinggi*: Penambahan cluster baru memungkinkan pengembangan jaringan lebih luas.

* *Kinerja Optimal*: Karena distribusi perangkat dikelompokkan, lalu lintas data lebih teratur.


5. Kekurangan Topologi yang Digunakan

* *Ketergantungan pada Switch*: Jika switch mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terganggu.

* *Biaya Instalasi Lebih Tinggi*: Karena membutuhkan lebih banyak kabel dan perangkat jaringan.

* *Kompleksitas Bertambah*: Pada extended star, semakin banyak cluster akan membuat konfigurasi lebih rumit.


 6. Kesimpulan

Topologi jaringan yang digunakan di Ruang NOC Gedung D.304 adalah *kombinasi star topology dengan extended star topology*. Struktur ini dipilih karena mendukung kemudahan pengelolaan, skalabilitas tinggi, serta efisiensi monitoring jaringan. Walaupun memiliki ketergantungan tinggi pada switch, desain ini sangat sesuai untuk kebutuhan NOC yang mengutamakan stabilitas dan kontrol terpusat.

Memilih kabel fiber optic sesuai kebutuhan.

 

Memilih kabel fiber optic sesuai kebutuhan.

Penggelaran fiber optik dilakukan untuk meningkatkan jangkauan dari jaringan. Penggelaran ini tentunya menggunakan kabel fiber optik. Kabel fiber optik yang digelar memiliki jenis yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dari penggelaran tersebut. Berikut adalah Macam-macam Fiber Optik berdasarkan penggunaannya.
Aerial, merupakan jenis kabel fiber optik yang digunakan untuk distribusi. Distribusi sendiri merupakan jalur dari ODC (Optical Distribution Center) menuju ODP (Optical Distribution Point). Biasanya kabel Aerial ini berada di atas menempel dengan tiang.


Duct Cable, merupkan jenis kabel fiber optik yang juga digunakan untuk distribusi tetapi berada di bawah permukaan tanah pada kedalaman tertentu (biasanya 1,2 meter) dengan menggunakan pelindung agar tidak merusak core (bending). Duct cable saat ini sering dijumpai di Kota-kota yang memiliki tata ruang tidak diperbolehkan adanya penanaman tiang.


Direct Burried, merupakan jenis Duct Cable yang penanamannya tidak menggunakan pelindung.


Submarine, merupkan jenis kabel fiber optik yang digunakan untuk melintas laut. Kabel ini merupakan jenis kabel fiber optik paling kuat terhadap tekanan karena posisinya yang berada di dasar laut sehingga harus memiliki ketahanan terhadap air laut yang tinggi.


Drop Wire atau sering dikenal juga Drop Core, merupakan kabel dengan jumlah 1 core yang di gunakan untuk melakukan pemasangan jaringan rumah (biasanya di lakukan oleh IKR). Kabel ini menghubungkan antara ODP dengan ONT/ONU atau sering disebut dengan modem.


Pigtail, merupakan jenis kabel fiber optik berwarna kuning yang memiliki ujung konektor 1 sehingga dalam pemasangannya harus menggunakan splicer. Pigtail biasanya digunakan di perangkat pasif OTB, ODC serta ODP.


Patchcore, merupakan jenis kabel fiber optik berwarna kuning seperti pigtail, memiliki diameter lebih besar dan konektor di kedua ujung. Patchcore sering digunakan pada perangkat aktif untuk menghubungkan perangkat aktif ke perangkat pasif.



Memahami prinsip kerja dan teknologi fiber optic

prinsip kerja fiber optic

Prinsip Kerja Fiber Optic

🔹 1. Pengiriman Data Menggunakan Cahaya

Informasi (data) dikonversi oleh perangkat transmitter menjadi sinyal cahaya menggunakan:

  • Laser diode (untuk single-mode)

  • LED (untuk multi-mode)

Sinyal cahaya ini kemudian dikirim melalui inti (core) fiber optic.


🔹 2. Total Internal Reflection (Pantulan Dalam Total)

Cahaya dapat berjalan jauh di dalam serat kaca karena terjadi pemantulan total antara:

  • Core → inti yang membawa cahaya

  • Cladding → lapisan luar dengan indeks refraksi lebih rendah

Karena perbedaan indeks ini, cahaya dipaksa memantul terus-menerus tanpa keluar dari serat.

📌 Inilah kunci mengapa fiber optic sangat sedikit mengalami gangguan dan mampu menjangkau jarak jauh.


🔹 3. Penerimaan Sinyal Cahaya

Di ujung kabel, perangkat receiver mengubah sinyal cahaya kembali menjadi sinyal listrik/data yang dapat dibaca komputer, router, atau perangkat jaringan lainnya.


2️⃣ Struktur Dasar Kabel Fiber Optic

Fiber optic terdiri dari beberapa lapisan:

  1. Core – Serat kaca tipis tempat cahaya berjalan.

  2. Cladding – Lapisan pembungkus yang memantulkan cahaya.

  3. Coating – Pelindung plastik untuk melindungi serat.

  4. Strength Member – Kekuatan mekanik (biasanya Kevlar).

  5. Outer Jacket – Pelindung luar terhadap cuaca, tekanan, atau tikus.


3️⃣ Jenis Teknologi Fiber Optic

🌐 A. Berdasarkan Mode Transmisi

1. Single-Mode Fiber (SMF)

  • Menggunakan satu jalur cahaya.

  • Cocok untuk jarak jauh (hingga puluhan km).

  • Frekuensi/ bandwidth sangat tinggi.

2. Multi-Mode Fiber (MMF)

  • Banyak jalur cahaya.

  • Cocok untuk jarak pendek (≤ 500 m).

  • Banyak dipakai di gedung dan data center.


🌐 B. Teknologi Standar dalam Fiber Optic

🔹 1. Wavelength Division Multiplexing (WDM)

Mengirim banyak sinyal cahaya dengan panjang gelombang berbeda dalam satu serat.
Ada beberapa variasi:

  • CWDM (Coarse): kapasitas sedang, murah.

  • DWDM (Dense): kapasitas tinggi, untuk backbone ISP.

🔹 2. GPON / XG-PON / XGS-PON / 10G-PON

Teknologi untuk jaringan fiber ke rumah (FTTH):

  • GPON: 2.5 Gbps downstream

  • XG-PON: 10 Gbps

  • XGS-PON: 10 Gbps simetris

  • NG-PON2: lebih cepat & multi-wavelength

Ini yang digunakan oleh ISP seperti Indihome, Biznet, First Media Fiber, dsb.


🔹 3. OTDR (Optical Time Domain Reflectometer)

Alat penguji fiber untuk:

  • mendeteksi kerusakan

  • mengukur jarak loss

  • memastikan kualitas instalasi


🔹 4. Optical Amplifier (EDFA)

Memperkuat sinyal cahaya tanpa mengubahnya ke listrik—biasanya dipakai di jalur bawah laut atau backbone.


4️⃣ Keunggulan Teknologi Fiber Optic

✔ Kecepatan sangat tinggi
✔ Jarak transmisi jauh
✔ Tahan interferensi listrik
✔ Kapasitas bandwidth besar
✔ Cocok untuk masa depan (future-proof)


5️⃣ Contoh Penerapan Fiber Optic

  • Jaringan internet rumah (FTTH)

  • Backbone antar kota/negara

  • Kabel bawah laut

  • Data center dan cloud

  • Sistem CCTV modern

  • Telekomunikasi seluler (fiber backhaul 4G/5G)

 

Memahami Jenis-Jenis Kabel Fiber Optic

 memahami jenis jenis kabel fiber optic

Memahami Jenis-Jenis Kabel Fiber Optic

Kabel fiber optic digunakan untuk mentransmisikan data menggunakan cahaya. Jenis kabelnya berbeda tergantung kebutuhan pemasangan dan kapasitas jaringan. Secara umum, kabel fiber optic dibagi menjadi dua kategori utama berdasarkan mode transmisinya, dan berbagai jenis konstruksi berdasarkan lingkungan pemasangan.


1. Berdasarkan Mode Transmisi

🔹 Single-Mode Fiber (SMF)

  • Menggunakan inti (core) sangat kecil: ± 8–10 mikrometer.

  • Cahaya berjalan dalam satu jalur lurus.

  • Cocok untuk jarak jauh (hingga puluhan kilometer).

  • Bandwidth sangat tinggi.

  • Digunakan dalam jaringan backbone, ISP, telekomunikasi.

Kelebihan: cepat, stabil, jarak sangat jauh.
Kekurangan: perangkatnya lebih mahal.


🔹 Multi-Mode Fiber (MMF)

  • Core lebih besar: ± 50–62.5 mikrometer.

  • Cahaya berjalan dalam banyak mode (memantul di sepanjang inti).

  • Cocok untuk jarak pendek (hingga beberapa ratus meter).

  • Banyak digunakan di gedung, kampus, data center.

Kelebihan: perangkat lebih murah, instalasi mudah.
Kekurangan: tidak cocok untuk jarak jauh.


2. Berdasarkan Jenis Konstruksi Kabel

🔹 Indoor Fiber Optic

Untuk digunakan di dalam gedung.

Jenis-jenisnya:

  • Simplex/Duplex → satu atau dua inti fiber, biasa untuk perangkat ke perangkat.

  • Breakout Cable → tiap serat punya pelindung individual, kuat untuk dalam gedung.

  • Riser Cable (OFNR) → aman untuk vertikal (lorong lift, antar lantai).

  • Plenum Cable (OFNP) → tahan api, aman di langit-langit gedung.


🔹 Outdoor Fiber Optic

Dirancang untuk luar ruangan dan kondisi ekstrem.

Jenis-jenisnya:

  • Armored Cable → ada pelindung baja, anti gigitan tikus dan tekanan tanah.

  • Aerial Cable → digantung di tiang listrik (ADSS: All-Dielectric Self-Supporting).

  • Duct Cable → ditanam dalam pipa (ducting).

  • Direct-Buried Cable → langsung ditanam dalam tanah tanpa pipa.

  • Submarine/Underwater Cable → untuk bawah laut.


3. Berdasarkan Jumlah Serat (Core)

Kabel tersedia dalam berbagai jumlah inti:

  • 2 core, 4 core, 8 core

  • 12 core, 24 core, 48 core

  • Hingga ratusan core untuk backbone (144, 288, 576 core)

Semakin banyak core, semakin besar kapasitas jaringan.


4. Berdasarkan Tipe Pelindung & Struktur

  • Loose Tube → fiber berada dalam tabung longgar, cocok untuk outdoor.

  • Tight Buffered → serat dibungkus rapat, cocok untuk indoor.

  • Armored / Non-Armored → dengan atau tanpa pelindung baja.

  • Gel-filled vs Dry-core → ada yang pakai gel anti-air, ada yang tidak.


📌 Ringkasan

Jenis Fiber KegunaanjarakContoh Pemakaian
Single-Mode (SMF)  Kecepatan tinggi                 JauhBackbone, ISP
Multi-Mode (MMF)Ruangan/gedung                       PendekData center
Indoor CableDalam gedung                 PendekInstalasi LAN
Outdoor Cable               Luar gedung                Menengah–jauh      Tiang, tanah, ducting
ArmoredArea berisiko                MenengahTanah, industri


Memahami Jaringan Fiber Optic

 

 Memahami Jaringan Fiber Optic (JFO)

Memahami Jaringan Fiber Optic (JFO) berarti memahami suatu teknologi transmisi data revolusioner yang menggunakan pulsa cahaya sebagai pembawa informasi melalui media fisik berupa serat optik (serat kaca atau plastik murni yang sangat halus, seukuran rambut manusia). JFO menjadi fondasi utama dalam sistem telekomunikasi modern, internet berkecepatan tinggi, dan backbone jaringan data skala besar.

1. Definisi dan Konsep Dasar

Fiber Optic (Serat Optik) adalah media fisik yang berfungsi menggantikan kabel tembaga dalam mentransmisikan data. Perbedaan fundamentalnya terletak pada sinyal yang dibawa:

  • Kabel tembaga menggunakan sinyal listrik (elektron).

  • Kabel fiber optic menggunakan sinyal cahaya (foton).

Sistem JFO bekerja dengan cara mengubah data listrik dari komputer atau perangkat jaringan menjadi pulsa cahaya menggunakan perangkat pemancar (Laser Dioda atau LED). Cahaya inilah yang kemudian dikirimkan melalui serat kaca dan di ujung penerima diubah kembali menjadi data listrik oleh perangkat penerima (Fotodioda).

2. Struktur Fisik Serat Optik

Serat optik dirancang secara cermat untuk memastikan cahaya dapat merambat jarak jauh tanpa bocor. Serat optik terdiri dari tiga lapisan utama:

A. Inti (Core)

  • Definisi: Bagian paling tengah, terbuat dari kaca silika atau plastik murni berkualitas tinggi.

  • Fungsi: Sebagai jalur utama perambatan cahaya. Diameter inti menentukan jenis fiber (Single-Mode $\approx 9 \mu m$, Multi-Mode $\approx 50/62.5 \mu m$).

B. Cladding (Selubung)

  • Definisi: Lapisan yang mengelilingi Inti, terbuat dari material yang sama tetapi memiliki Indeks Bias ($n_2$) yang sedikit lebih rendah daripada Inti ($n_1$).

  • Fungsi: Mengunci cahaya di dalam Inti melalui proses Refleksi Internal Total.

C. Coating/Buffer

  • Definisi: Lapisan pelindung yang terbuat dari resin akrilik atau bahan lain yang fleksibel.

  • Fungsi: Melindungi serat Inti dan Cladding dari kerusakan fisik, goresan, dan kelembapan, karena serat kaca sangat rentan saat terpapar.

3. Prinsip Kerja: Refleksi Internal Total (TIR)

Cara kerja JFO sangat bergantung pada hukum fisika optik yang disebut Refleksi Internal Total (Total Internal Reflection - TIR).

Shutterstock
Jelajahi

  1. Indeks Bias: Cahaya bergerak lebih lambat di material dengan Indeks Bias yang lebih tinggi. Karena Indeks Bias Inti ($n_1$) lebih besar daripada Cladding ($n_2$), batas antara keduanya menciptakan kondisi ideal untuk refleksi.

  2. Sudut Kritis: Ketika pulsa cahaya ditembakkan ke dalam Inti dan mengenai batas Cladding pada sudut yang lebih besar dari Sudut Kritis, cahaya tersebut tidak akan dibiaskan keluar, melainkan akan dipantulkan sepenuhnya kembali ke dalam Inti.

  3. Transmisi Berkelanjutan: Proses pantulan berulang ini memastikan sinyal cahaya terus merambat di sepanjang Inti serat tanpa kehilangan energi yang signifikan, bahkan saat melewati tikungan kabel. Hal inilah yang memungkinkan transmisi data jarak jauh dengan redaman minimal.

4. Keunggulan Utama Jaringan Fiber Optic

JFO menggantikan kabel tembaga karena menawarkan keunggulan yang jauh melampaui keterbatasan teknologi listrik:

  • Bandwidth Sangat Tinggi (Kapasitas Besar): Fiber optik mampu membawa data dalam jumlah sangat besar (hingga terabit per detik) karena menggunakan gelombang cahaya. Kapasitas ini bisa dilipatgandakan dengan teknologi Wavelength Division Multiplexing (WDM) yang mengirimkan banyak warna cahaya (panjang gelombang) berbeda melalui satu serat.

  • Imunitas terhadap Gangguan Elektromagnetik (EMI): Karena tidak membawa arus listrik, JFO kebal terhadap interferensi elektromagnetik (EMI) dari peralatan listrik, motor, atau gelombang radio. Ini menghasilkan koneksi yang sangat stabil dan bebas noise.

  • Jarak Transmisi yang Jauh: Redaman (attenuation) pada serat optik sangat rendah (kurang dari $0.2 \ dB/km$), memungkinkan transmisi data melintasi jarak puluhan hingga ratusan kilometer tanpa memerlukan repeater (penguat sinyal).

  • Keamanan Data Tinggi: Fiber optik sulit disadap secara pasif. Upaya untuk menyadap biasanya akan menyebabkan kebocoran cahaya yang mudah dideteksi, sehingga membuatnya lebih aman dibandingkan kabel tembaga.

  • Ukuran dan Berat: Kabel fiber optik jauh lebih tipis dan ringan dibandingkan kabel tembaga dengan kapasitas serupa, memudahkan instalasi dan menghemat ruang di conduit atau data center.

Kesimpulan

Memahami Jaringan Fiber Optic adalah memahami bahwa data modern ditransmisikan bukan lagi melalui arus listrik, melainkan melalui cahaya yang terperangkap dan dipantulkan di dalam serat kaca. Inovasi ini menyediakan kecepatan, kapasitas, dan keandalan yang tak tertandingi, menjadikannya standar global untuk komunikasi backbone dan layanan internet berkecepatan tinggi (seperti Fiber to the Home/FTTH).

Rabu, 19 November 2025

Perhitungan VLSM untuk Jaringan 192.168.10.0/25

 

Perhitungan VLSM untuk Jaringan 192.168.10.0/25

Kebutuhan Host

  • Subnet A: 60 host

  • Subnet B: 24 host

  • Subnet C: 12 host

  • Subnet D: 5 host

Prinsip Dasar

Gunakan metode VLSM (Variable Length Subnet Mask) dengan aturan:

  1. Urutkan kebutuhan host dari terbesar ke terkecil.

  2. Alokasikan blok alamat terbesar terlebih dahulu.

  3. Gunakan prefix (CIDR) sekecil mungkin yang masih memenuhi kebutuhan host.


Langkah Perhitungan (Diagram Alur Logis)

  1. Urutkan kebutuhan:

    • A (60), B (24), C (12), D (5)

  2. Tentukan prefix masing-masing:

    • 60 host → 64 alamat → /26

    • 24 host → 32 alamat → /27

    • 12 host → 16 alamat → /28

    • 5 host → 8 alamat → /29

  3. Alokasikan dari network 192.168.10.0/25:

    • Blok tersedia: 192.168.10.0–192.168.10.127


Hasil Pembagian Subnet

1. Subnet A (60 host)

  • Network: 192.168.10.0/26

  • Range host: 192.168.10.1 – 192.168.10.62

  • Broadcast: 192.168.10.63

2. Subnet B (24 host)

  • Network: 192.168.10.64/27

  • Range host: 192.168.10.65 – 192.168.10.94

  • Broadcast: 192.168.10.95

3. Subnet C (12 host)

  • Network: 192.168.10.96/28

  • Range host: 192.168.10.97 – 192.168.10.110

  • Broadcast: 192.168.10.111

4. Subnet D (5 host)

  • Network: 192.168.10.112/29

  • Range host: 192.168.10.113 – 192.168.10.118

  • Broadcast: 192.168.10.119                                                                                                                                                                                                                                                                               Diagram Visual — Alur Perhitungan VLSM (Teks)                                                      













    

Selasa, 11 November 2025

IP addres 192.168.1.0/29 subnet ke-10

 IP Addres 192.168.1.0/29 - untuk subnet ke 10

192.168.1.0/29

11111111.11111111.11111111.11111000

255.255.255.248

  1. Jumlah subnet = 2^x
                            = 2^5
                            = 32

  2. Jumlah host = 2^y
                        = 2^3
                        = 8

  3. Blok subnet = 256-248
                        = 8

berarti total ada 32 subnet dimulai dari 0,8,16,24,32,40,48,56,64,72, 80,88,96,104,112,120,128,136,144,152,160,168,176,184,192,200,208,216,224,232,240,248

karena absen saya 10 maka saya menggunakan angka ke 10 yaitu 72

jadi...

subnet = 192.168.1.72

host pertama = 192.168.1.73

host terakhir = 192.168.1.78

broadcast = 192.168.1.79

Terminasi Konektor Fiber Optics

  Perhatikan langkah-langkah berikut untuk membuat kabel Fiber Optik I. Persiapkan Alat dan Bahan Sesuai Gambar dibawah ini Alat: 1. Fiber S...