Rabu, 21 Januari 2026

Terminasi Konektor Fiber Optics

 Perhatikan langkah-langkah berikut untuk membuat kabel Fiber Optik


I. Persiapkan Alat dan Bahan Sesuai Gambar dibawah ini
Alat:
1. Fiber Stripper (untuk coating & buffer)
2. Fiber Cleaver (pemotong presisi)
3. Crimp Tool FO
4. Optical Power Meter & Light Source (untuk tes)
5. Visual Fault Locator (VFL)
6. Cable Cutter

Bahan:
1. Kabel Fiber Optic
2. Fast Connector FO
3. Alkohol Isopropyl
4. Tisu Kering

II. Langkah-langkah 
1. Potong kabel Fiber Optic ke Cable Cutter untuk mengukur panjangnya sesuai keinginan

2. Belah tengah kabel FO antara 2 kabel yang kecil dan 1 kabel yang besar (kawat), hingga kabel terbelah 2.

3. Tarik bagian yang telah terbelah sesuai panjang yang diinginkan, kemudian kupas luaran kabel FO dengan panjang sekitar 3.5 CM

4. Kupas bagian serat kaca hingga tersisa kabel yang bening


5. Bersihkan kabel menggunakan tisu yang diberi alkohol

6. Ukur ukuran kabel sesuai Fast Connector dan masukkan ke dalam Fast Connector. Namun, perlu diperhatikan saat ingin mengunci kabel di Fast Connector sisakan sedikit lipatan didalamnya agar ketika dikencangkan kabel tidak kendor.

7. Cek sinyal ke Connector tersebut,jika sinar berhasil tembus berarti pemasangan telah benar.

8. Ulangi langkah nomor 1-7 ke ujung kabel yang satunya,lalu cek apakah kedua kabel berhasil meneruskan sinar dari laser
9. Cek tegangan kabel ke Optical Power Meter di salah satu ujung kabel dan Light Source di ujung satunya juga minimal harus -40
Hasil pengukuran menggunakan OPM menunjukkan daya optik sebesar −23,55 dBm pada panjang gelombang 1310 nm. Karena nilai tersebut masih di atas batas minimal −40 dBm, maka kondisi kabel fiber optik dinyatakan baik dan layak digunakan.


Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik




Gambar 428 Diagram Alur Splicing 
dalam Komunikasi Optik


Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):

1. Pengertian Splicing Fiber Optic

Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.

Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:

  • Backbone jaringan
  • Joint closure
  • Perpanjangan kabel fiber optik

 

2. Tujuan Splicing

Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:

  • Menghubungkan kabel fiber optik
  • Memperpanjang jalur transmisi
  • Memperbaiki kabel fiber yang putus
  • Menjaga kualitas sinyal optik
  • Mengurangi redaman dan refleksi

 

3. Prinsip Kerja Splicing

Splicing bekerja dengan prinsip:

a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi

b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:

  • Cahaya tetap merambat lurus
  • Pantulan (reflection) minimal
  • Kehilangan daya (loss) sangat kecil

Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.

 

4. Jenis-Jenis Splicing Fiber Optic

A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)

Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan Fusion Splicer
  • Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
  • Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
  • Sambungan kuat dan tahan lama

Digunakan untuk:

  • Backbone FO
  • Jaringan ISP
  • Jaringan jarak jauh

 

B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)

Metode penyambungan tanpa peleburan.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan alat mekanik dan gel optik
  • Lebih cepat dan murah
  • Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)

Digunakan untuk:

  • Perbaikan darurat
  • Instalasi sementara
  • Latihan/praktikum

 

5. Komponen yang Terlibat dalam Splicing

Beberapa komponen penting dalam proses splicing:

  • Core : inti penghantar cahaya
  • Cladding : pembungkus core
  • Coating : pelindung fiber
  • Fusion Splicer
  • Fiber Cleaver
  • Stripper Fiber
  • Splice Protector (Sleeve)

 

6. Parameter Kualitas Splicing

A. Insertion Loss

Kehilangan daya akibat sambungan.

  • Standar baik: ≤ 0,1 dB
  • Semakin kecil, semakin baik

B. Return Loss

Pantulan cahaya ke arah sumber.

  • Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil

 

7. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Splicing

a. Kebersihan ujung fiber
b. Ketepatan pemotongan (cleaving)
c. Keselarasan core
d. Jenis fiber (SM/MM)
e. Kualitas alat splicer
f. Keterampilan teknisi

 

8. Peran Splicing dalam Sistem Komunikasi Optik

Splicing sangat penting karena:

  • Menentukan keandalan jaringan
  • Mempengaruhi jarak transmisi
  • Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
  • Mengurangi gangguan dan error sinyal

 

9. Contoh Penerapan Splicing

  • Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
  • Jaringan Metro Ethernet
  • Backbone antar gedung/kota
  • Sistem komunikasi data dan internet

 

Kesimpulan

Splicing adalah proses vital dalam komunikasi optik karena berfungsi menyambungkan serat optik secara permanen dengan redaman minimal agar transmisi data tetap optimal dan stabil.


Selasa, 25 November 2025

subnet mask kelompok 1

 

IP Addres 192.168.1.0/27 - untuk subnet kelompok 1

 Kelompok 1


Nama Anggota : 

  1.  Darrel Dafa .N. (9)
  2. Deswita Nurul .A. (10)
  3.  Haidar Muhammad (15)
  4. Hanyfa Aira Anggraini (17)
  5. Indri Dwi Juliyanti (18)                                                                                                                                  

192.168.1.0/27

11111111.11111111.11111111.11100000
     225.          225.         225.        224



1. Jumlah subnet = 2^x

                            = 2^3

                            = 8


2. Jumlah host = 2^4

                        = 2^5

                        = 32


3. Blok subnet = 256-224

                       = 32


Berarti total ada 8 subnet dimulai dari 0, 32, 64, 128, 160, 192, 224

Karena kami kelompok 1, maka kami menggunakan angka ke 1 yaitu 0


Jadi...

  • Subnet = 192.168.1.0
  • Host awal = 192.168.1.1
  • Host akhir = 192.168.1.30
  • Broadcast = 192.168.1.31

topologi diruang noc network

 

TOPOLOGI DI RUANG NOC (NETWORK OPERATIONS CENTER) TJKT SMKTH

 ANGGOTA KELOMPOK : 1. AZZULA SYAKIRA (7)

                                               2. DESWITA NURUL ANGGERENI (10)

                                               3. HANY NUR RISTIAWATI (16)

                                               4. HANYFA AIRA ANGGRAINI (17)

                                               5. INDRI DWI JULIYANTI (18)

                                               6. JESICA CHERLLY MARCELLINA (20)


laporan analisis denah ruang NOC di Gedung D.304 dengan fokus pada topologi jaringan:

 Laporan Analisis Denah Ruang NOC

Gedung D.304


 1. Pendahuluan

Network Operations Center (NOC) merupakan pusat pengendali jaringan yang berfungsi untuk memonitor, mengelola, dan menjaga kestabilan konektivitas. Ruang NOC di Gedung D.304 telah dirancang dengan tata letak perangkat yang mendukung efisiensi serta kemudahan dalam pemeliharaan jaringan. Analisis ini difokuskan pada aspek topologi jaringan yang digunakan.


 2. Gambaran Denah Ruang

Berdasarkan denah ruang NOC yang dibuat:

1. Terdapat beberapa laptop (LP1–LP20) yang terbagi ke dalam kelompok (cluster).

2. Tersedia perangkat utama berupa PC server, router, switch, dan access point.

3. Laptop 1–5 terhubung langsung ke switch.

4. Laptop 6–20 dikelompokkan dalam tiga area berbentuk pentagon, masing-masing berisi 5 laptop, dan secara logis tetap terhubung ke jaringan utama.


 3. Analisis Topologi

Berdasarkan denah, topologi yang digunakan menggabungkan beberapa bentuk:

1. Topologi Star (Bintang)

    Laptop 1–5 terhubung langsung ke switch.

    Switch menjadi pusat penghubung sehingga memudahkan kontrol dan troubleshooting.


2. Topologi Extended Star (Bintang Bertingkat)

   * Laptop 6–20 dikelompokkan ke dalam tiga cluster (LP 6–10, LP 11–15, LP 16–20).

   * Masing-masing cluster didesain seperti star topology, lalu dihubungkan kembali ke jaringan utama melalui switch.

   * Pola ini efektif untuk ruang yang luas karena tetap terorganisasi.


3. *Dukungan Wireless (Access Point)*

   * Access Point terhubung ke switch sehingga memungkinkan perangkat lain (misalnya laptop/mobile device) untuk terhubung secara nirkabel.

   * Hal ini menambah fleksibilitas jaringan di ruang NOC.


 4. Kelebihan Topologi yang Digunakan

* *Mudah Dikelola*: Setiap perangkat terhubung ke pusat (switch), sehingga kerusakan pada satu kabel/perangkat tidak langsung memengaruhi perangkat lain.

* *Fleksibel*: Bisa menambah atau mengurangi perangkat dengan mudah tanpa mengubah struktur jaringan utama.

* *Skalabilitas Tinggi*: Penambahan cluster baru memungkinkan pengembangan jaringan lebih luas.

* *Kinerja Optimal*: Karena distribusi perangkat dikelompokkan, lalu lintas data lebih teratur.


5. Kekurangan Topologi yang Digunakan

* *Ketergantungan pada Switch*: Jika switch mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terganggu.

* *Biaya Instalasi Lebih Tinggi*: Karena membutuhkan lebih banyak kabel dan perangkat jaringan.

* *Kompleksitas Bertambah*: Pada extended star, semakin banyak cluster akan membuat konfigurasi lebih rumit.


 6. Kesimpulan

Topologi jaringan yang digunakan di Ruang NOC Gedung D.304 adalah *kombinasi star topology dengan extended star topology*. Struktur ini dipilih karena mendukung kemudahan pengelolaan, skalabilitas tinggi, serta efisiensi monitoring jaringan. Walaupun memiliki ketergantungan tinggi pada switch, desain ini sangat sesuai untuk kebutuhan NOC yang mengutamakan stabilitas dan kontrol terpusat.

Memilih kabel fiber optic sesuai kebutuhan.

 

Memilih kabel fiber optic sesuai kebutuhan.

Penggelaran fiber optik dilakukan untuk meningkatkan jangkauan dari jaringan. Penggelaran ini tentunya menggunakan kabel fiber optik. Kabel fiber optik yang digelar memiliki jenis yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dari penggelaran tersebut. Berikut adalah Macam-macam Fiber Optik berdasarkan penggunaannya.
Aerial, merupakan jenis kabel fiber optik yang digunakan untuk distribusi. Distribusi sendiri merupakan jalur dari ODC (Optical Distribution Center) menuju ODP (Optical Distribution Point). Biasanya kabel Aerial ini berada di atas menempel dengan tiang.


Duct Cable, merupkan jenis kabel fiber optik yang juga digunakan untuk distribusi tetapi berada di bawah permukaan tanah pada kedalaman tertentu (biasanya 1,2 meter) dengan menggunakan pelindung agar tidak merusak core (bending). Duct cable saat ini sering dijumpai di Kota-kota yang memiliki tata ruang tidak diperbolehkan adanya penanaman tiang.


Direct Burried, merupakan jenis Duct Cable yang penanamannya tidak menggunakan pelindung.


Submarine, merupkan jenis kabel fiber optik yang digunakan untuk melintas laut. Kabel ini merupakan jenis kabel fiber optik paling kuat terhadap tekanan karena posisinya yang berada di dasar laut sehingga harus memiliki ketahanan terhadap air laut yang tinggi.


Drop Wire atau sering dikenal juga Drop Core, merupakan kabel dengan jumlah 1 core yang di gunakan untuk melakukan pemasangan jaringan rumah (biasanya di lakukan oleh IKR). Kabel ini menghubungkan antara ODP dengan ONT/ONU atau sering disebut dengan modem.


Pigtail, merupakan jenis kabel fiber optik berwarna kuning yang memiliki ujung konektor 1 sehingga dalam pemasangannya harus menggunakan splicer. Pigtail biasanya digunakan di perangkat pasif OTB, ODC serta ODP.


Patchcore, merupakan jenis kabel fiber optik berwarna kuning seperti pigtail, memiliki diameter lebih besar dan konektor di kedua ujung. Patchcore sering digunakan pada perangkat aktif untuk menghubungkan perangkat aktif ke perangkat pasif.



Memahami prinsip kerja dan teknologi fiber optic

prinsip kerja fiber optic

Prinsip Kerja Fiber Optic

🔹 1. Pengiriman Data Menggunakan Cahaya

Informasi (data) dikonversi oleh perangkat transmitter menjadi sinyal cahaya menggunakan:

  • Laser diode (untuk single-mode)

  • LED (untuk multi-mode)

Sinyal cahaya ini kemudian dikirim melalui inti (core) fiber optic.


🔹 2. Total Internal Reflection (Pantulan Dalam Total)

Cahaya dapat berjalan jauh di dalam serat kaca karena terjadi pemantulan total antara:

  • Core → inti yang membawa cahaya

  • Cladding → lapisan luar dengan indeks refraksi lebih rendah

Karena perbedaan indeks ini, cahaya dipaksa memantul terus-menerus tanpa keluar dari serat.

📌 Inilah kunci mengapa fiber optic sangat sedikit mengalami gangguan dan mampu menjangkau jarak jauh.


🔹 3. Penerimaan Sinyal Cahaya

Di ujung kabel, perangkat receiver mengubah sinyal cahaya kembali menjadi sinyal listrik/data yang dapat dibaca komputer, router, atau perangkat jaringan lainnya.


2️⃣ Struktur Dasar Kabel Fiber Optic

Fiber optic terdiri dari beberapa lapisan:

  1. Core – Serat kaca tipis tempat cahaya berjalan.

  2. Cladding – Lapisan pembungkus yang memantulkan cahaya.

  3. Coating – Pelindung plastik untuk melindungi serat.

  4. Strength Member – Kekuatan mekanik (biasanya Kevlar).

  5. Outer Jacket – Pelindung luar terhadap cuaca, tekanan, atau tikus.


3️⃣ Jenis Teknologi Fiber Optic

🌐 A. Berdasarkan Mode Transmisi

1. Single-Mode Fiber (SMF)

  • Menggunakan satu jalur cahaya.

  • Cocok untuk jarak jauh (hingga puluhan km).

  • Frekuensi/ bandwidth sangat tinggi.

2. Multi-Mode Fiber (MMF)

  • Banyak jalur cahaya.

  • Cocok untuk jarak pendek (≤ 500 m).

  • Banyak dipakai di gedung dan data center.


🌐 B. Teknologi Standar dalam Fiber Optic

🔹 1. Wavelength Division Multiplexing (WDM)

Mengirim banyak sinyal cahaya dengan panjang gelombang berbeda dalam satu serat.
Ada beberapa variasi:

  • CWDM (Coarse): kapasitas sedang, murah.

  • DWDM (Dense): kapasitas tinggi, untuk backbone ISP.

🔹 2. GPON / XG-PON / XGS-PON / 10G-PON

Teknologi untuk jaringan fiber ke rumah (FTTH):

  • GPON: 2.5 Gbps downstream

  • XG-PON: 10 Gbps

  • XGS-PON: 10 Gbps simetris

  • NG-PON2: lebih cepat & multi-wavelength

Ini yang digunakan oleh ISP seperti Indihome, Biznet, First Media Fiber, dsb.


🔹 3. OTDR (Optical Time Domain Reflectometer)

Alat penguji fiber untuk:

  • mendeteksi kerusakan

  • mengukur jarak loss

  • memastikan kualitas instalasi


🔹 4. Optical Amplifier (EDFA)

Memperkuat sinyal cahaya tanpa mengubahnya ke listrik—biasanya dipakai di jalur bawah laut atau backbone.


4️⃣ Keunggulan Teknologi Fiber Optic

✔ Kecepatan sangat tinggi
✔ Jarak transmisi jauh
✔ Tahan interferensi listrik
✔ Kapasitas bandwidth besar
✔ Cocok untuk masa depan (future-proof)


5️⃣ Contoh Penerapan Fiber Optic

  • Jaringan internet rumah (FTTH)

  • Backbone antar kota/negara

  • Kabel bawah laut

  • Data center dan cloud

  • Sistem CCTV modern

  • Telekomunikasi seluler (fiber backhaul 4G/5G)

 

Memahami Jenis-Jenis Kabel Fiber Optic

 memahami jenis jenis kabel fiber optic

Memahami Jenis-Jenis Kabel Fiber Optic

Kabel fiber optic digunakan untuk mentransmisikan data menggunakan cahaya. Jenis kabelnya berbeda tergantung kebutuhan pemasangan dan kapasitas jaringan. Secara umum, kabel fiber optic dibagi menjadi dua kategori utama berdasarkan mode transmisinya, dan berbagai jenis konstruksi berdasarkan lingkungan pemasangan.


1. Berdasarkan Mode Transmisi

🔹 Single-Mode Fiber (SMF)

  • Menggunakan inti (core) sangat kecil: ± 8–10 mikrometer.

  • Cahaya berjalan dalam satu jalur lurus.

  • Cocok untuk jarak jauh (hingga puluhan kilometer).

  • Bandwidth sangat tinggi.

  • Digunakan dalam jaringan backbone, ISP, telekomunikasi.

Kelebihan: cepat, stabil, jarak sangat jauh.
Kekurangan: perangkatnya lebih mahal.


🔹 Multi-Mode Fiber (MMF)

  • Core lebih besar: ± 50–62.5 mikrometer.

  • Cahaya berjalan dalam banyak mode (memantul di sepanjang inti).

  • Cocok untuk jarak pendek (hingga beberapa ratus meter).

  • Banyak digunakan di gedung, kampus, data center.

Kelebihan: perangkat lebih murah, instalasi mudah.
Kekurangan: tidak cocok untuk jarak jauh.


2. Berdasarkan Jenis Konstruksi Kabel

🔹 Indoor Fiber Optic

Untuk digunakan di dalam gedung.

Jenis-jenisnya:

  • Simplex/Duplex → satu atau dua inti fiber, biasa untuk perangkat ke perangkat.

  • Breakout Cable → tiap serat punya pelindung individual, kuat untuk dalam gedung.

  • Riser Cable (OFNR) → aman untuk vertikal (lorong lift, antar lantai).

  • Plenum Cable (OFNP) → tahan api, aman di langit-langit gedung.


🔹 Outdoor Fiber Optic

Dirancang untuk luar ruangan dan kondisi ekstrem.

Jenis-jenisnya:

  • Armored Cable → ada pelindung baja, anti gigitan tikus dan tekanan tanah.

  • Aerial Cable → digantung di tiang listrik (ADSS: All-Dielectric Self-Supporting).

  • Duct Cable → ditanam dalam pipa (ducting).

  • Direct-Buried Cable → langsung ditanam dalam tanah tanpa pipa.

  • Submarine/Underwater Cable → untuk bawah laut.


3. Berdasarkan Jumlah Serat (Core)

Kabel tersedia dalam berbagai jumlah inti:

  • 2 core, 4 core, 8 core

  • 12 core, 24 core, 48 core

  • Hingga ratusan core untuk backbone (144, 288, 576 core)

Semakin banyak core, semakin besar kapasitas jaringan.


4. Berdasarkan Tipe Pelindung & Struktur

  • Loose Tube → fiber berada dalam tabung longgar, cocok untuk outdoor.

  • Tight Buffered → serat dibungkus rapat, cocok untuk indoor.

  • Armored / Non-Armored → dengan atau tanpa pelindung baja.

  • Gel-filled vs Dry-core → ada yang pakai gel anti-air, ada yang tidak.


📌 Ringkasan

Jenis Fiber KegunaanjarakContoh Pemakaian
Single-Mode (SMF)  Kecepatan tinggi                 JauhBackbone, ISP
Multi-Mode (MMF)Ruangan/gedung                       PendekData center
Indoor CableDalam gedung                 PendekInstalasi LAN
Outdoor Cable               Luar gedung                Menengah–jauh      Tiang, tanah, ducting
ArmoredArea berisiko                MenengahTanah, industri


Terminasi Konektor Fiber Optics

  Perhatikan langkah-langkah berikut untuk membuat kabel Fiber Optik I. Persiapkan Alat dan Bahan Sesuai Gambar dibawah ini Alat: 1. Fiber S...